MOTIVASI
Beberapa pendapat dari para ahli mengenai
motivasi yang dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut, Motivasi adalah dorongan untuk
berbuat sesuatu (drive) didalam memenuhi kebutuhan. Keinginan pencapaian dalam
memenuhi kebutuhan tersebut tergantung dari kekuatan motifnya. Motif dengan
kekuatan yang besar akan menentukan perilaku individu itu sendiri. Dengan kata lain motif
adalah kebutuhan, dorongan, atau impuls yang menentukan perilaku seseorang. Dari penjelasan dan uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa seorang wirausaha sebagai pemimpin dalam usahanya, harus
memahami tentang motivasi. Pekerjaan seorang pemimpin yang paling penting
antarlain adalah, bagaimana dia bisa memotivasi orang yang dipimpin untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Pencapaian tujuan inilah yang menjadi patokan
atau ukuran keberhasilan bagi seorang wirausaha. Seorang wirausaha harus memahami betul bagaimana cara memotivasi pekerja
dan mengenal motivasi diri sendiri sehingga menghasilkan perilaku positif yang
membuahkan output/hasil kerja meningkat yang pada akhirnya tujuan yang
ditetapkan tercapai. Menurut Sondang P. Siagian (2005: hal. 293-294). Tampaknya ada kesepakatan
dikalangan para pakar, bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori
yang mengkaitkan imbalan dengan prestasi kerja seorang karyawan.
Model ini menggambarkan bahwa motivasi seseorang
dipengaruhi berbagai faktor , baik bersifat internal maupun eksternal sebagai
berikut;
1. Faktor Internal
Bagi seorang wirausaha faktor ini merupakan
pengenal motivasi diri pribadi, bagaimana individu tersebut mempunyai dorongan
untuk usaha lalu motif apa yang dominan dalam memilih untuk menjadi wirausaha.
Dalam teori ini dkenalkan 2 kebutuhan atau motif yang perlu diketahui yaitu:
1.1 Fsiologis.
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan dasar
manusia berupa; sandang, pangan dan papan. Kebutuhan ini merupakan faktor yang paling
mendasar, bahwa seseorang yang memilih menjadi wirausaha atau pekerja pertama
kali adalah didorong oleh kebutuhan dasar yang menjadi tuntutan hidupnya.
Tinggal bagaimana tuntutan kualitas dari kebutuhan tersebut terpenuhi, karena
masing-masing individu berbeda dalam memenuhi kebutuhan dasar itu. Ada individu
cukup puas dengan apa yang dihasilkan dan menerima dengan kualitas minimum, namun banyak
individu
lainnya tidak puas dengan kualitas kebutuhan dasar yang diterimanya dan
menginginkan peningkatan dan perubahan. Banyak penelitian dari para ahli
perilaku menunjukkan bahwa, tingginya tujuan yang ingin dicapai berkorelasi
secara signifikan dengan kebutuhan dasar yang ingin dicapai. Kita sering
melihat dalam kehidupan sehari-hari yang ditemui, bahwa seaorang pekerja atau
wirausaha yang cukup puas dengan apa yang diterimanya maka orang tersebut tidak
mempunyai keinginan untuk menetapkan tujuan hidup yang lebih tinggi. Tidak ada
keinginan untuk meningkatkan kemampuan, tidak mempunyai kreatifitas dan inovasi
yang tinggi dalam bekerja atau berusaha.
1.2 Psikologis
Selain kebutuhan fsiologis, seorang wirausaha
juga perlu mengenal kebutuhan psikologis yang menjadi penyebab meningkatnya
prestasi individu. Yang pada dasarnya bahwa individu setelah terpenuhi akan
kebutuhan fsiologis maka seseorang akan menuntut akan kebutuhan yang lain dalam
hal ini kebutuhan psiologis seperti;
· Kebutuhan
akan kasih sayang,
seseorang yang sudah terpenuhi akan kebutuhan
dasar diatas, maka individu tersebut membutuhkan jalinan kasih sayang dengan
keluarga maupun membentuk keluarga bagi yang belum berkeluarga.
· Kebutuhan
mempertahankan diri, tuntutan
kebutuhan ini berkaitan dengan
mempertahankan harga diri seperti untuk tidak dipermalukan, kehilangan muka
serta mempertahankan prestise.
· Kebutuhan
memperkuat diri, kebutuhan
ini berkaitan dengan tuntutan individu
akan pengembangan diri, menaikan prestise dan mendapat pengakuan diri, serta
memuaskan diri dengan dapat menguasai orang lain.
Kebutuhan-kebutuhan yang diuraikan diatas harus
dipahami benar bagi seorang manajer atau wirausaha, hal ini berguna dalam
motivasi diri sendiri maupun memotivasi orang lain.
2. Faktor Eksternal.
Teori ini menjelaskan faktor-faktor yang
dikendalikan melalui pengaruh yang
dipunyai oleh seorang manajer atau wirausaha
yang berupa imbalan-imbalan
sebagai berikut:
·
Gaji
·
Kondisi
kerja
·
Penghargaan
·
Jenjang
karier
·
Tanggung
jawab
Bahwa seseorang pekerja termotivasi untuk
bekerja lebih baik tergantung dari faktor yang dikendalikan oleh seorang pemimpin
perusahaan atau seorang
wirausaha
dan interaksi positif antar dua faktor tersebut yang pada umumnya menghasilkan
tingkat motivasi yang tinggi.
Teori motivasi eksternal tidak mengabaikan teori
motivasi internal, tetapi justru mengembangkannya. Teori motivasi eksternal
menjelaskan kekuatan yang ada didalam individu yang dipengaruhi factor-faktor
intern yang dikendalikan oleh manajer atau seorang wirausaha berupa
imbalan-imbalan seperti diuraikan diatas.
Manajer perlu memahami dan mengenal motivasi
eksternal untuk mendapat tanggapan positif dari karyawannya. Tanggapan yang
positif ini menunjukkan bahwa bawahan-bawahannya sedang bekerja demi kemajuan
organisasi. Seorang manajer dapat mempergunakan motivasi eksternal yang positif
maupun yang negatif. Motivasi posiif memberikan imbalan-imbalan berupa
penghargaan untuk pelaksanaan kerja yang baik. Motivasi negatif memperlakukan
hukuman bila pelaksanaan kerja tidak baik. Keduanya dapat dilakukakan oleh
pimpinan perusahaan. Teori McGregor dan Herzberg akan membantu menjelaskan
teori motivasi eksternal berikut ini.
B.
TEORI MOTIVASI
Teori X dan teori Y McGregor
Teori motivasi yang menggabungkan motivasi
internal dan motivasi eksternal dikembangkan oleh Douglas McGregor, Ia
seorang psikolog sosial Amerika, dalam proyek risertnya meneliti tentang motivasi dan perilaku umum tentang
anggota organisasi, telah merumuskan perbedaan dua teori dasar mengenai
perilaku manusia. Kedua teori itu disebut dengan nama teori X dan teori Y.
Komentar
Posting Komentar